f Desember 2011 ~ Nurussalam

Desember 25, 2011

Desember 23, 2011

Selamat datang sobat semua di Blog Pon. Pes. Nurussalam...

Blog ini sengaja dibangun untuk membantu sobat semua dalam mencari informasi tentang Pon. Pes. Nurussalam. Sobat semua bisa melihat dan membaca langsung infonya, jika ada yang mau di tanyakan sobat semua bisa mengisi buku tamu atau langsung chat dengan admin(kalau pas lagi online..he...).

Selain memberikan info tentang pon. Pes. Nurussalam blog ini juga menampilkan hasil karya dan kreatifitas dari santri-santri Pon. Pes. Nurussalam, bisa langsung dilihat pada menu "Kategori". Jika ada yang menarik bagi sobat semua, kami mengijinkan untuk men_COPAS (Copi Paste) dari hasil karya dan kreatiitas para santri, tetapi kami memohon dengan sangat agar tetap mencantumkan alamat blog ini sebagai sumbernya...gmn?mudah kan? :-)

Ok...selamat berselancar ya...semoga blog ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, khususnya para santri Pon. Pes. Nurussalam..amiin..

Tengkiyu all...

Letak Geografis


Pondok Pesantren Nurussalam didirikan di lingkungan pesantren Krapyak. Meskipun pondok ini berbatasan langsung dengan kotamadya Yogyakarta, tetapi secara administratif berada di dusun Krapyak Kulon, kelurahan Panggungharjo, kecamatan Sewon, kabupaten Bantul, tepatnya berada di Jl. KH Ali Maksum no. 381 Krapyak. Yogyakarta. Pondok ini berada di paling utara lingkungan pesantren Krapyak serta berjarak hanya kurang dari 2 Km sebelah selatan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Adapun batas pesantren ini adalah, Sebelah utara berbatasan langsung dengan             Kampung Minggiran Kotamadya Yogyakarta, Sebe-lah timur dibatasi oleh Jl. KH Ali Maksum serta Kampung Jogokayan Kotamadya Yogyakarta. Disebelah selatan, Pondok Pesantren Nurussalam berbatasan dengan Desa Janganan Kabupaten Bantul, sedangkan sebe;ah barat bergandeng dengan Kampung Minggiran Kotamadya Yogyakarta

Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta mempunyai tanah seluas 5,876 ha, dengan luas bangunan 3,235 ha yang terdiri dari rumah kediaman pengasuh pondok (Ndalem Kiai),  asrama bagi santri putra maupun santri putri, musholla putri, musholla putra serta beberapa bangunan penunjang yang lain. Dilihat dari letak geografisnya, pondok pesantren ini berada pada posisi yang sangat strategis, karena merupakan salah satu jalur transportasi utama yang menghubungkan Kodya Yogyakarta dengan kabupaten Bantul. Keadaan tersebut sangat baik bagi kelangsungan kegiatan pendidikan karena tidak terpengaruh oleh kebisingan kota dan kebutuhan akan sarana umumpun mudah di jangkau, seperti sarana transportasi umum, puskesmas, apotek, bank-bank serta ATM. Semua fasilitas umum tersebut tak jauh dari pondok pesantren.

Beberapa lembaga pendidikan yang ada di sekitar Pondok Pesantren Nurussalam, antara lain: TK nDasari Budi, TK Baik, Sekolah Dasar Negeri Jageran, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah serta SMP Pondok Pesantren Yayasan Ali Mak-sum Krapyak, Madrasah Salafiyah dan Madrasah Huffadz serta SMK Al-Munaw-wir Krapyak, Korps Dakwah Mahasiswa (Kodama), SMP Negeri 13 Yogyakarta, SMP Negeri 10 Yogyakarta, SMP Negeri 16 dan SMA Negeri 7 Yogyakarta.

Visi dan Misi

Visi pondok pesantren Nurussalam krapyak Yogyakarta adalah mencerdas-kan kehidupan bangsa dan mencetak manusia seutuhnya berupa manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur (ber-ahlak karimah), memiliki pengetahuan dan ketrampilan baik dan bertanggung jawab.
Sedangkan misinya adalah; membentuk generasi qur’ani yang mampu mengamalkan ajaran Al-qur’an dan As Sunah secara kaffah (tidak sepotong-potong), menyiapkan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan dalam membaca atau menghafal al-qur’an secara baik dan benar, kemampuan membaca dan menelaah khazanah keilmuan islam(kitab kuning), serta mengamalkan maksud yang terkandung di dalamnya.

Syarat Pendaftaran Putri

1. Sowan kepada pengasuh
2. Membayar biaya pendaftaran
3. Menyerahkan pas photo ukuran 3x4 2 lembar
4. Memenuhi ketentuan administrasi
5. Tidak dalam ikatan perkawinan
6. Minimal berusia 12 tahun atau lulus SD/MI
7. Bersedia menaati peraturan pondok

Adapun untuk jumlah biaya administrasi bisa dilihat di bawah ini  :


NB :
- *) Biaya yang harus dibayar setiap bulan selama menjadi santri
- Rincian dan jumlah pembayaran bisa mengalami perubahan pada awal tahun ajaran baru

Pengembangan Ketrampilan

a.Pelatihan Komputer
Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan ketrampilan santri dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang semakin kedepan tidak terbendung lagi kemajuannya. Sehingga santri diharapkan mempunyai daya saing dalam kehidupan mendatang untuk ikut memajukan lingkungan masyarakatnya.

b.Pelatihan Hadroh
Hadroh adalah salah satu kesenian islami, seni hadroh berupa bacaaan sholawat yang dilagukan dengan diiringi rebana. Pelatihan hadroh dilaksanakan secara rutin dan bersama-sama pada tiap malam jum’at, disamping ada juga para santri yang melakukan latihan tambahan diwaktu tertentu. Kegiatan ini sangat baik bagi para santri, diantara manfaatnya adalah para santri dapat mengekspresikan bakat seni, sebagai hiburan yang menyenangkan, di samping membaca sholawat adalah ibadah yang banyak mengandung berkah dan pahala.

c.Sepak Bola
Disamping ketrampilan di bidang keagamaan, juga terdapat ketrampilan dalam meningkatkan keilmuan yang lain. Dalam meningkatkan kesehatan jasmani misalnya dengan mengadakan latihan rutin sepak bola yang dilakukan setiap beberapa hari dalam seminggu. Dengan hal ini diharapan santri mempunyai kesehatan rohani dan jasmani yang seimbang.

Peningkatan Spiritual Santri

a.Ziarah ke maqbaroh
Dalam kegiatan ini, santri diharapkan untuk selalu mengingat para Masyayikh serta meneruskan perjuangan-perjuangan pendiri pondok pesantren dan mengharap percikan barokah dan manfaatnya.

b.Mujahadah
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga spiritualitasnya secara horisontal dengan cara menyucikan jiwa dan mendekatkan diri santri kepada sang Kholik, sehingga santri diharapkan dapat mempunyai akhlak terpuji dan terhindar dari sifat tercela.

c.Dzibaiyah
Salah satu kegiatan yang menjadi salah satu basis utama dakwah agama dengan lantunan-lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad saw, sehingga santri diharapkan siap meneruskan dakwah ketika terjun ke masyarakat nantinya.

Pengembangan Kepribadian Santri

a. Khitobiyah / pidato
Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun mental seorang santri untuk tampil dalam menghadapi audiens, sehingga ketika santri dihadapkan ditengah-tengah masyarakat untuk memberikan ceramah keagamaan sudaah mampu dalam penyampaiannya.

b.Public Relationship
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan santri dalam bidang komunikasi massa, sehingga santri diharapkan dapat memberikan kemanfaatan dalam dirinya maupun institusinya, terutama santri mampu membangun citra yang baik untuk institusi yang diwakilinya nanti.

Desember 22, 2011

Syarat Pendaftaran

1. Sowan kepada pengasuh
2. Membayar biaya pendaftaran
3. Menyerahkan pas photo ukuran 3x4 2 lembar
4. Memenuhi ketentuan administrasi
5. Tidak dalam ikatan perkawinan
6. Minimal berusia 12 tahun atau lulus SD/MI
7. Bersedia menaati peraturan pondok

Adapun untuk jumlah biaya administrasi bisa dilihat di bawah ini :



NB :
- *) Biaya yang harus dibayar setiap bulan selama menjadi santri
- Rincian dan jumlah pembayaran bisa mengalami perubahan pada awal tahun ajaran baru

Desember 20, 2011

Desember 19, 2011

Sistem Pendidikan

Metode pmbelajaran yang diterapkan di Pon. Pes. Nurussalam adalah :
a.       Sorogan
Metode sorogan adalah suatu proses belajar mengajar cara belajar santri aktif (CBSA) dengan cara santri menyalin tulisan kitab dan membaca kitab dengan arti harfiah dan pengertiannya langsung dihadapkan (supervisi) kyai / ustadz.
b.      Bandongan
Metode bandongan adalah suatu proses belajar mengajar yang menerapkan sisitem ceramah dimana santri secara bersama sama mendengarkan pengajian yang diberikan oleh kyai / ustadz.
c.       Tahfidzul Qur’an
Santri membaca dan atau menghafalkan bagian atau surat tertentu dalam Alquran, kemudian dibaca dihadapan kyai / ustadz. Sistem tahfidz terdiri atas beberapa model, seperti : bil hifdzi Juz ‘Amma ( juz 30 ), bin nadzri 30 juz, dan bil hifdzi 30 juz.
Untuk memaksimalkan proses pembelajaran di Pon. Pes. Nurussalam, pengasuh melibatkan alumni, ustadz, akademisi, dan banyak orang yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing sebagai tenaga pengajar

Sejarah Berdirinya Pon.Pes. Nurussalam

Pondok Pesantren Nurussalam adalah salah satu pondok di lingkungan Krapyak, Bantul, DI Yogyakarta. Pesantren ini didirikan dan diasuh oleh Ibu Nyai Hj. Salimah (salah satu istri almaghfurlah KH. M. Munawwir). Secara de jure pesantren ini berdiri pada tahun 1953, meskipun secara de facto kegiatan kepesantrenan putri telah ada sebelumnya. Dikenal dengan sebutan pondok putri Krapyak, lembaga ini tercatat pula sebagai pondok pesantren putri tertua kedua di Indonesia—setelah Jombang, dan merupakan satu-satunya pondok pesantren putri di lingkungan pesantren Krapyak pada waktu itu. 
Pada periode awal, pondok ini diasuh langsung oleh muassis (pendiri) pondok beserta putra-putri beliau sampai dengan beliau wafat pada tahun 1967. Selanjutnya, perjuangan beliau dalam mengasuh para santri diteruskan oleh putra-putri beliau yaitu  KH. Dalhar Munawwir, ibu Nyai Hj. Jauharoh Munawwir, dan menantu beliau, KH. Mufid Mas’ud. Pada masa ini, Pondok Pesantren Nurussalam juga mulai menerima santri putra. Setelah itu, pasca KH. Mufid Mas’ud dan ibu Nyai Jauharoh Munawwir mengembangkan dalam mendirikan pondok ke daerah Candi, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. 
Periode berikutnya, pondok ini diasuh oleh almaghfurlah KH Dalhar Munawwir. Pada masa inilah Pondok Pesantren Nurussalam tercatat secara resmi di kantor Departemen Agama Yogyakarta, tepatnya pada tanggal 9 Februari 1984 dengan piagam nomor B. 8406, setelah lebih kurang tiga dasa warsa berdiri. Dalam perkembangan selanjutnya, pondok ini telah banyak menghasilkan banyak alumni. Jumlah santri yang belajar di pondok inipun semakin meningkat. Santri-santri ini tidak hanya datang dari pulau Jawa, tetapi juga dari pelosok-pelosok Indonesia. Bahkan tercatat ada santri putri diluar Indonesia bernama Rusdi Harun dari Thailand. 
Pembangunan dan pembenahan sarana prasarana fisik juga dilakukan, baik berupa kamar santri, musholla putri, musholla putra, madrasatul banat (madrasah putri) maupun madrasah lil banin (madrasah putra) serta sarana prasarana lainnya. Sampai dengan tahun 1994 pondok ini masih terdiri dari 2 musholla dan gedung Kamar A, B, C, D, E, dan F yang sangat sederhana. Hal ini terus dilakukan seperti pembenahan dan penambahan komplek baru— komplek G pada tahun 1999, komplek H pada tahun 2001, gedung sederhana untuk ruang kelas dan kamar tamu pada tahun 2002.
Pada tahun 2006 wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dilanda gempa bumi yang dahsyat. Pondok yang berlokasi di Bantul dan berbatasan dengan kota Yogyakarta inipun tidak luput dari gempa. Imbasnya, sebagian bangunan pondok pesantren mengalami kerusakan termasuk rumah kediaman KH. Dalhar Munawwir. Setelah itu, diadakan rekonstruksi dan rehabilitasi seadanya sehingga sekarang bangunan yang ada lebih baik. 
Pada tahun 2009, KH. Dalhar Munawwir wafat. Estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Nurussalam dipegang oleh putra-putra beliau, yaitu: H. Fuad Asnawi, S.Pd., M.SI, H. Fathoni, KH Fairuzi Afiq al-hafidz, Faishol Majdi, Fahmi Dalhar, S.Ag., S.S serta Hj. Fanny Rifqoh, S.Pd., M.Hum.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes